Tempat Wisata Indonesia yang Belum Banyak di Ketahui Orang –
Ada begitu banyak obyek wisata di Indonesia, tapi banyak juga yang belum familiar di telinga kita. Tapi, bukan berarti tempat-tempat tersebut tidak layak untuk dikunjungi. Bisa dibilang, tempat-tempat tersebut merupakan hidden paradise tanah air kita. kita pengin jabarin ke-6 tempat wisata yang jarang diketahui, tapi bisa jadi referensi untuk traveling kamu selanjutnya nih, selamat membaca !
1. Danau kaco
Kata “kaco” berarti kaca. Karena, air Danau Kaco berwarna biru bening yang bisa memantulkan cahaya bagaikan kaca, sehingga masyarakat sekitar banyak yang menyebutnya Danau Kaca. Tapi, pemandangannya kontras dengan pemandangan sekelilingnya, yang serba hijau dan coklat. Danau ini juga dipadati oleh ribuan ikan semah Kerinci yang berenang bebas. https://www.detectionperfection.com/
Soal kedalaman, belum ada yang tahu berapa meter kedalamannya, tapi katanya sih sangat dalam. Padahal danaunya nggak terlalu luas, yaitu hanya 30×30 meter aja. Danao Kaco juga nampak bercahaya di saat gelap, terutama jika saat bulan purnama muncul. Belum ada yang bisa meneliti mengapa danau itu bercahaya ketika gelap. mrchensjackson.com
Buat kamu yang ingin berkunjung ke sana, kamu butuh tekad yang kuat, nih. Karena, belum tersedia jalan mulus untuk menuju ke sana. Jika kamu berangkat dari kota Jambi, kamu harus menempuh 10 jam perjalanan. premium303
2. Teluk kilauan yang berkilau
Sebenarnya, Teluk Kiluan bukanlah tempat wisata yang baru bagi pecinta traveling. Bahkan, bisa jadi tempat ini sudah jadi incaran para petualang untuk didatangi. Keindahan alamnya belum terjamah tangan industri, lokasinya terpencil dan sepi, suasananya tentu masih asri dan tenang. Itulah sebabnya Teluk Kiluan menjadi lokasi favorit para pemancing. Bahkan di tempat ini, setiap tahunnya, ada lomba memancing yang diikuti para jagoan memancing dalam negeri. https://3.79.236.213/
Keindahan pantainya tentu nggak lepas dari pasir putih, laut
yang masih jernih dan terdapat lumba-lumba, juga ombak yang cukup kencang. Ada
dua jenis lumba-lumba di Teluk Kiluan, yaitu lumba-lumba hidung botol dan
lumba-lumba paruh panjang. Si hidung botol (Tursiops truncatus) cenderung
pemalu dan berbadan besar.
Sedangkan Si paruh panjang (Stenella longirostris) berbadan
lebih kecil, namun senang melompat. Jumlah lumba-lumba di sana mencapai ratusan
ekor. Wajar kalau ada yang bilang bahwa koloni lumba-lumba di Teluk Kiluan
adalah yang terbanyak di dunia. Kamu bisa melihat lumba-lumba dari dekat dengan
menyewa perahi katir. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat ada penyu hijau
di sana. Karena, hewan ini jarang naik ke permukaan laut.
Untuk menuju ke Teluk Kilauan yang berada di pesisir Lampung, tepatnya di Desa Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tenggamus, Lampung Selatan, kamu harus menghabiskan waktu selama 12 jam berkendara dari Jakarta, atau 3-4 jam dari kota Lampung. Untuk memudahkan hidup kamu, lebih baik berangkat ke Pulau Kiluan dari Lampung aja.
3. Air terjun telun berasap
Kenapa air terjun ini dinamai “Telun Berasap”? Telun Berasap
rupanya ditujukan penduduk pada kabut air yang menguap di sekitar air terjun.
Kabut ini sendiri tercipta dari proses jatuhnya air dari ketinggian 50 meter.
Keistimewaan Air Terjun Telun Berasap kian nampak saat bulir-bulir air yang
beterbangan dan terkena cahaya matahari. Di antara kabut yang lembap, kamu akan
melihat pertunjukan kemilau warna-warni pelangi, tanpa harus menunggu hujan
turun.
Air Terjun Telun Berasap bisa kamu temukan di desa bernama
sama, yaitu Desa Telun Berasap. Desa ini masuk wilayah kabupaten Kerinci.
Lokasi air terjun ini cukup menantang, yakni berada di antara lebatnya
pepohonan Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski begitu, jalan menuju Air Terjun
Telun Berasap bisa menyejukkan mata kamu.
Untuk menikmati pemandangan Air Terjun Telun Berasap dengan
lebih maksimal, kamu bisa melakukannya dari ketinggian. Kamu bisa naik ke atas
air terjun dan berdiri di salah satu bebatuan di sana. Jangan khawatir bakal
tenggelam di sana. Pasalnya, dasar airnya tidak dalam, kamu hanya perlu waspada
dengan banyaknya batu.
Untuk sampai di Air Terjun Telun Berasap, kamu harus
menghabiskan waktu selama 10 jam berkendara dari Jambi.
4. Desa candirejo
Konon, nama Desa Candirejo diambil dari kata Candighra.
Perlahan-lahan, namanya berubah karena orang-orang terbiasa menyebutnya
Candirga, lalu menjadi Candirja, dan akhirnya Candirejo. Dari segi arti, candi
berarti batu dan rejo artinya subur. Dengan demikian, Candirejo adalah desa
yang banyak bebatuannya, tapi tetap subur.
Lokasi Candirejo dekat dengan Borobudur, sekitar 2.5 hingga
3 km. Desa ini berbatasan dengan Desa Pulutan, Kesongo, Rawa Pening, Jombor,
dan masih banyak desa lainnya. Alamnya eksotis, indah, dan belum banyak
pembangunan seperti di kota. Warganya ramah-ramah dan masih menjaga tradisi
asli serta lingkungannya. Desa ini juga bisa dibilang sebagai “simbol Jawa.”
Artinya, kamu dapat mempelajari sejarah Jawa di sini.
Soal makanan, Candirejo menyajikan makanan serba
tradisional. Contohnya, gudeg dan pecel. Jika sudah pulang dari Candirejo,
sempatkan pula membeli kenang-kenangan dari sana berupa kerajinan desa, seperti
tikar, tas, hiasan dinding, tatakan gelas, lukisan, dan masih banyak lagi. Bila
kamu dari Yogyakarta, kamu bisa naik taksi atau bus dari Umbulharjo menuju
Terminal Borobudur. Jaraknya sekitar 40 km.
5. Pantai rambak
Di pantai ini, kamu akan melihat keindahan hamparan pasir
putih yang luas. Ditambah bebatuan raksasa yang menjulang tinggi yang cocok
dijadikan spot berfoto di pagi hari. Sunrise di Pantai Rambak begitu memesona
jika disaksikan dari tepi pantainya. Keindahan yang sempurna dari pantai,
bebatuan,langit biru, dan lautnya yang hijau.
Di tepi pantainya terdapat rerumputan hijau dan ditumbuhi
pohon ketapang yang mulai rindang, dan terdapat belasan shelter untuk berteduh
serta terdapat juga tempat berjualan makanan dan minuman. Sehingga, kamu dapat
berteduh dan bersantai di pantai untuk menikmati debur ombak yang bersahabat.
Pantai Rambak terletak tak jauh dari kota Sungailiat yang
berjarak kira-kira 34 kilometer dari Pangkalpinang. Untuk sampai ke Pantai
Rambak, kamu cuma membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit bila menaiki mobil
dari Sungailiat. Jadi, kamu bisa transit di Pangkalpinang dulu dengan pesawat.
6. Pulau tikus
Pulau Tikus adalah salah satu lokasi wisata andalan Bengkulu
sejak dulu. Kamu dapat menemukannya di sebelah Barat ibu kota Bengkulu,
kira-kira 10 km dari pusat kota. Luas pulau hanya 2 hektar, tapi pemandangannya
sangat memesona. Perairannya bersih dan beraneka bentuk terumbu karang hadir
menghiasi pulau ini.
Berjenis-jenis unggas menganggap Pulau Tikus sebagai tempat
untuk pulang. Jadi, jangan kaget bila kamu menemukan burung dara laut, bangau
hitam, penyu, dan lain-lain di sana. Biota lautnya juga mengagumkan! Karen itu,
Pulau Tikus adalah lokasi wisata yang dapat kamu jadikan tempat memancing dan
snorkeling.